Panji Go Blog

KLangit Makin Melangit Bersama Dewi, Lydia dan Hani

PENYESALAN TERKUAT. Tema penyesalan dalam lagu “Sesal Mendua” adalah penyesalan yang kuat, bahkan saat dia menjadi lagu yang released di pasaran, ia menjadi single yang tak kalah kuat dengan penyesalan itu sendiri. Kini KLangit sudah beranjak dengan mengusung single kedua bertajuk “Dia Lydia”. Lagu “Dia Lydia” hadir melengkapi karya-karya saya membuat lagu seri nama-nama orang, “Ahmad” by Arrora Salwa, “Abdul” by Alif Satar, kini “Dia Lydia” dan “Honey, Hani!” by KLangit.

DIA LYDIA. Nama Lydia dalam lagu “Dia Lydia” adalah representasi dari kekaguman saya pada seorang sahabat bernama Lydia. Tidak pernah benar-benar mengenalnya secara pribadi tapi cukup memahami bagaimana cara dia memandang sebuah hubungan yang serius. Lydia, cantik, wajahnya sangat “Melayu”, dan selalu berusaha intensif dengan program diet. Saya mengenal ayah dan ibunya, baik dan pandai memasak. Lydia berasal dari Melaka, kini bekerja di Kuala Lumpur. Salah satu keunggulan hubungan saya dengan Lydia adalah saat saya membaca beberapa puisinya yang membuat saya tertarik membuat syair-syair yang “lebih” puitis. Semoga saya selalu beroleh kesempatan bertemu lagi dengannya.

HONEY, HANI. Awalnya tajuk pilihan saya adalah: “Hey, Honey, Hani!” tapi kemudian entah mengapa redaksi dalam cover album menjadi “Honey, Hani”, mungkin dengan “Hey” dan symbol “!” tajuknya jadi terlalu panjang (?). Hani, Hani, Hani, saya sebut namanya 3 kali, sebab saya rindu. Seperti saya tulis sebelumnya, Hani adalah kakak, sahabat dan guru tanpa saya merasa tengah digurui. Dalam lagu ini, memang itulah yang terjadi antara saya dengan Hani. Saya selalu ingin jadi kekasihnya, dan dia memang akan selalu menjadi kekasih saya dalam visi dan dimensi yang berbeda, sebab saya sangat menghormatinya sebagai pribadi yang mengagumkan, figur ibu dan sahabat baik sangat lekat dalam dirinya. KLangit menyajikan “Honey, Hani” dengan sangat ringan dan to the point. Pola bass dan rhythm guitar-nya cukup, tidak berlebihan, dan yang saya suka adalah pronunciation Ary dalam lagu ini. Keren!

DEWI. Saya sukaaaaa!! Saya setuju “Dewi” menjadi judul besar album pertama KLangit, karena isi album sebagian besar memang mengenai “wanita”. Dan dengan lagu bertajuk “Dewi”, saya optimis KLangit akan menjadi sangat bagus dalam membawakan karya-karya sendiri di kemudian hari. Tema lagu dalam lagu “Dewi” bukan sesuatu yang baru, tapi saya kagum pada music arrangement yang efektif, pilihan kata dan nada yang catchy. Hadir menjadi rock ballad yang ciamik. Emosi vokalpun sampai ke hati saya. Good job, KLangit!

SAAT CINTA. Meskipun terlalu mirip dengan arrangement yang saya buat, tidak mengurangi penghargaan saya pada KLangit dan Zizi. Ary sangat memahami emosi dalam lirik-lirik lagu ini dan Zizi dengan vokal yang sangat berkarakter menyampaikan emosi setiap bait lagu ini sampai jauh ke ceruk hati! Dan pada bagian di mana suara mereka bertemu, aduuuhh! Saya suka! Entah harus bagaimana saya melukiskannya, speechless! “Saat Cinta”, dalam pandangan saya pribadi adalah termasuk karya terbaik saya. KLangit dan Zizi, tak lupa Zimi sebagai produser dan arranger, berhasil membuat saya melayang-layang dengan itunes, memutarnya sampai 43 kali sehari!

RATU BOHONG. Membuat lagu ini tak lebih dari 1 jam! Membuatnya di atas motor dalam perjalanan menuju studio. Sempat saya anggap lagu ini belum selesai. Tapi KLangit dan Zimi berhasil menghidangkannya dengan kekuatan  music arrangement dan warna vokal yang tepat! Lagu ini sangat “lelaki”, saya sebut begitu sebab begitulah lelaki kalau gagal dalam percintaan pada kebanyakan orang , seolah sudah jadi hal yang wajar saja. Tidak boleh!! (Tapi memang itu yang terjadi hehe …. enjoy!). Lantas, lelaki yang tak mudah patah semangat akan senantiasa berusaha memperbaiki dirinya demi drama percintaan selanjutnya, tentu untuk menjadi lebih baik lagi. Yays!

DEAR, KLANGIT. Pekerjaan seni adalah amanah, ia bisa menjadi ibadah sehari-hari, untuk bekal di kemudian hari. Dengan lahirnya album “DEWI” ini, KLangit benar-benar bisa berjalan tegap menapaki karirnya sebagai artist. KLangit semakin matang, semakin “berisi”, semakin percaya diri, harapan saya sebagai penggemar, semoga KLangit tetap setia pada perjalanan masa lalu, senantiasa menghargai proses, mengamini doa dan harapan orang-orang yang dulu dan kini sudah dan sedang bekerja keras untuk kesuksesan KLangit. Dengan mengingat dan memaknai itu semua, saya yakin, meskipun KLangit tengah terbang di langit ia akan tetap ingat pada energi-energi yang telah tumpah-ruah mengusahakan kejayaan KLangit. Lagi, well done, Sony Music Entertainment Malaysia! Sukses selalu 🙂

Iklan
This entry was published on November 2, 2012 at 4:15 am. It’s filed under Album Review and tagged , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.
%d blogger menyukai ini: